Langsung ke konten utama

RESPECT ITALIA !!


Pasti udah pada nonton final Euro 2012 kan ? nah, disini coba liat sesuatu yang terselubung dan gak semua orang tahu kejadian ini.
Ketika itu, La Furia Roja dalam posisi unggul 4-0, dan kapten Iker Casillas sempat tertangkap kamera saat meminta wasit segera menutup pertandingan, demi menghargai Italia.
Casillas sadar, jika laga terus dilanjutkan, bukan tidak mungkin mreka akan kembali mencetak gol tambahan. Apalagi Italia sudah harus bermain dengan 10 pemain setelah cederanya Thiago Motta, setengah jam menjelang laga usai.
Sejatinya, kemenangan besar tentu akan membanggakan bagi tim manapun. Namun tidak bagi Casillas untuk final melawan Italia. Dia sadar, partai final seharusnya berlangsung menarik dan ketat, namun kini berubah menjadi ajang pembantaian. Empat gol disarangkan Tim Matador, dan menjadi rekor kemenangan terbesar di partai final Piala Eropa.
Selain itu, Casillas pun tak mau melihat Italia kian tertunduk akibat gol demi gol yang terus bersarang di gawang Gianluigi Buffon. Karena itu dia berusaha meminta wasit untuk segera menghentikan pertandingan sesaat setelah gol keempat dicetak oleh Juan Mata.

"Hei, wasit! Wasit! Hargai lawan! Hargai Italia! Ini sudah 4-0," teriak Casillas kepada asisten wasit saat itu.
 
Entah ada kaitan dengan teriakan Casillas atau tidak, wasit Pedro Proenca asal Portugal pun langsung meniupkan peluit akhir pertandingan. Spanyol pun berpesta dengan empat gol tanpa balas ke gawang Italia. Skor yang akan selalu diingat sepanjang sejarah. Tapi, mungkin tak akan banyak yang mengenang sikap terpuji Casillas pada laga itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal PSAK Seven Series ( PSAK 71, 72, 73 )

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baruKetiga PSAK itu memiliki poin masing-masing. PSAK 71 misalnya mengatur mengenai instrumen keuangan, PSAK 72 mengatur mengenai pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dan PSAK 73 mengatur mengenai sewa. Berikut adalah detail perubahan yang harus diadopsi berdasarkan masing-masing PSAK tersebut.  PSAK 71 ( IFRS 9 ) Selain soal klasifikasi aset keuangan, salah satu poin penting PSAK 71 adalah soal pencadangan atas penurunan nilai aset keuangan yang berupa piutang, pinjaman, atau kredit. Standar baru ini mengubah secara mendasar metode penghitungan dan penyediaan cadangan untuk kerugian akibat pinjaman yang tak tertagih. Jika berdasarkan PSAK 55, kewajiban pencadangan baru muncul setelah terjadi peristiwa yang mengakibatkan risiko gagal bayar ( incurred loss ), PSAK 71 memandatkan korporasi menyediakan pencadangan sejak awal periode kredit. Kini, dasar pencadangan adalah ekspe...

Serba-Serbi Mengenai Perekonomian Israel

Bahasan Mengenai Perekonomian Israel Israel adalah sebuah Negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut tengah , Lebanon , suriah ,yordania ,mesir dan gurun pasir Sinai .Selain itu dikelilingi pula dua daerah otoritas palestina ,Jalur Gaza dan Tepi barat . Dengan populasi sebesar 7,5 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara etnis yahudi di dunia. Israel dianggap sebagai salah satu negara termaju di Asia Barat Daya dalam hal pembangunan ekonomi dan industri. Negara ini menduduki peringkat nomor 3 di kawasan tersebut menurut  Bank Dunia   . Israel sendiri saat ini memiliki peringkat PDB ( Produk Domestik Bruto ) ke-44 dan pendapatan per kapita penduduknya ke-22 di dunia . Tentu saja hal ini sangat luar biasa bagi sebuah negara yang memiliki sumber daya alam yang terbatas dan bahkan tanah Israel mereka pun dahulu tidak sebesar saat ini , yakni hanya pemberian dari kerajaan Inggris dan dari kebijakan resolusi PBB pada 11 Mei 1949 . dibalik semua i...

Kebijakan Moneter dan Perbankan Indonesia

Kebijakan moneter Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi,  mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera . Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman , " margin requirement ", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain. Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memul...