Langsung ke konten utama

Vladimir Putin: USA adalah parasit bagi perekonomian dunia



Pemerintah Rusia mengatakan Amerika Serikat berperilaku seperti "parasit" pada ekonomi dunia pada saat krisis utang yang besar mengancam sistem keuangan global.

Dalam sebuah pidato kepada sekelompok pemuda di pusat kota Rusia , Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menuduh AS bertindak seperti "parasit" dengan mengumpulkan hutang luar biasa bear yang membahayakan pasar global, AFP melaporkan.

"Negara ini mengumpulkan utang yang tidak sesuai dengan kemampuan nya, kemudian menggeser beban tanggung jawab pada negara-negara lain dan berperilaku sebagai parasit," kata Putin dengan tegas.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama mengumumkan perjanjian pada menit terakhir dengan anggota parlemen untuk meningkatkan batas utang publik negara, yang akan memungkinkan Washington untuk menghindari default ketika menegakkan rencana penghematan yang merugikan ekonomi publik Amerika.

Mengecam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Putin juga menuntut mata uang cadangan baru selain dolar untuk perdagangan dan tabungan.

"Jika AS bertemu dengan kerusakan sistemik, ini mempengaruhi semua orang," kata Putin, menambahkan bahwa "harus ada cadangan mata uang lainnya."

Dia menambahkan bahwa kesepakatan utang yang diumumkan oleh Obama secara keseluruhan tidak bagus karena hanya menunda adopsi solusi yang lebih sistemik.

Kesepakatan itu muncul setelah perdebatan yang tidak berkesudahan di Capitol Hill pada periode waktu negara perlu untuk mengangkat serta membatasi agar bisa menghindari gagal pembayaran utang sebesar 14.3 trilyun dolar.

Washington berutang sekitar 47 persen dari uang luar negeri, di antaranya yang terbesar adalah masing-masing kreditur China, Jepang dan Inggris.

Komentar

  1. Dikira negara adidaya seperti Amerika Serikat tidak punya utang luar negeri, ternyata punya banyak utang juga ya. Kaget.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembaga Keuangan Bank dan Non Bank Serta Fungsinya

Pengertian Lembaga Keuangan Lembaga keuangan dimaksudkan sebagai perantara pihak-pihak yang mempunyai kelebihan dana (surplus of funds) dengan pihak-pihak yang kekurangan dan membutuhkan dana (lack of funds). Menurut UU Perbankan No.14/1967, ps.1 ayat b menerangkan ; yang dimaksud dengan Lembaga Keuangan adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya di bidang keuangan menarik uang dari dan menyalurkannya ke  di dalam masyarakat. Bentuk Lembaga Keuangan Bentuk lembaga keuangan pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Keduanya memiliki perbedaan fungsi dan kelembagaannya dan juga mempunyai derivasi menurut fungsi dan tujuannya masing-masing. 1. Lembaga Keuangan Bank Menurut UU Pokok Perbankan No.14/1967, didefinisikan sebagai Lembaga Keuangan yang usaha pokoknya memberika kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Istilah bank berasal dari bahasa Itali, “Banca”, yang berarti meja yang dipergunakan oleh para pen...

Serba-Serbi Mengenai Perekonomian Israel

Bahasan Mengenai Perekonomian Israel Israel adalah sebuah Negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut tengah , Lebanon , suriah ,yordania ,mesir dan gurun pasir Sinai .Selain itu dikelilingi pula dua daerah otoritas palestina ,Jalur Gaza dan Tepi barat . Dengan populasi sebesar 7,5 juta jiwa, Israel merupakan satu-satunya negara etnis yahudi di dunia. Israel dianggap sebagai salah satu negara termaju di Asia Barat Daya dalam hal pembangunan ekonomi dan industri. Negara ini menduduki peringkat nomor 3 di kawasan tersebut menurut  Bank Dunia   . Israel sendiri saat ini memiliki peringkat PDB ( Produk Domestik Bruto ) ke-44 dan pendapatan per kapita penduduknya ke-22 di dunia . Tentu saja hal ini sangat luar biasa bagi sebuah negara yang memiliki sumber daya alam yang terbatas dan bahkan tanah Israel mereka pun dahulu tidak sebesar saat ini , yakni hanya pemberian dari kerajaan Inggris dan dari kebijakan resolusi PBB pada 11 Mei 1949 . dibalik semua i...

The changing face of Indonesia’s nationhood

Two anniversaries (the 50th and 35th) of “independence declarations” were celebrated in two provinces last week amid political tension and uncertainty: Papua on Dec. 1 and Aceh on Dec. 4. Has Indonesia, which forged a national identity over the archipelago, become a state of multiple nations, or is it a challenge that will pass? In fact, a facade of would-be nations has appeared many times much earlier. A decade ago, I witnessed the same commemorations in the village of Jim Jim, Pidie, Aceh (Dec. 4, 1999) and at Taman Imbri at the historic Jl. Martin Indey in Jayapura (Port Numbay), Papua (Dec. 1, 2000). Both events, rather than exclusively held for rebel supporters, actually involved local leaders and common folk as well. Interestingly, then Aceh rebels used the azan (Islamic call to prayer) as a “national anthem” whereas the Papuans sang “Hai Tanahku Papua” (Hello Papua, My Homeland) and praised Dec. 1 as “the day Jesus was born”. The rituals implied that to build a “home” ...